Ada Apa dengan Facebook?

Jika selama ini saya selalu mengikuti kemudian menelaah secara mendalam lalu cenderung mengamini fatwa MUI, tapi kali ini dari hati kecil saya kok rasanya setengah men-deny fatwa MUI yang satu ini ya. Kenapa ya?

Selama ini niatan dan kegiatan yang saya lakukan di perkancahan Facebook selalu didasari oleh pemikiran silaturahmi, baik dengan teman lama maupun teman baru. Bagi saya nilai silaturahmi sangat penting dan Facebook mampu memfasilitasi hal tersebut dengan baik, apalagi di era modern ini budaya komunikasi langsung (face-to-face) antar manusia sangatlah sulit dilakukan. Yang disebut dengan shifting communication culture telah mencapai tahap dimana, misalnya ada 2 orang yang saling berteman akrab dan tinggal di kota yang sama, namun atas dasar kesibukan masing-masing maka untuk berinteraksi secara langsung sangatlah sulit untuk dilakukan sehingga diperlukan alat bantu berupa media handphone dan internet.

Hal kedua, Facebook merupakan alat atau media yang sangat efisien dan menakjubkan apabila kita bergerak di bidang bisnis. Dengan adanya Facebook, saya sendiri telah merasakan manfaat yang positif untuk bisnis saya.

Saya rasa keuntungan lainnya masih banyak lagi sehingga jika dipikir apakah Facebook mengandung unsur mudharat, justru saya bilang sebaliknya!

Makanya saya kok bingung apabila MUI sampai berencana ingin mengharamkan Facebook dengan alasan bahwa media tersebut banyak mudharatnya. Sekedar cerita pribadi, kebetulan ada rekan saya yang selingkuh. Justru dia takut dan sampai sekarang tidak mau gabung ke Facebook meskipun saya paksa karena alasannya, apabila sudah masuk di Facebook maka bisa-bisa ketahuan.

Menurut saya, semua benda yang ada di dunia ini pastilah mengandung sifat baik dan buruk. Namun semuanya tergantung pada individu yang memanfaatkannya. Bahkan Al-Qur’an pun bisa digunakan sebagai alat kejahatan dan kemusyrikan. Lalu apakah lalu Al-Qur’an harus diharamkan juga sama MUI? Aje gile!

Ada pula yang bilang bahwa Facebook itu adalah alat CIA untuk mendata seluruh penduduk di dunia untuk kepentingan intelijen. Ya silahkan saja, menurut saya itu sah. Wong kemarin sempat ada kasus pembunuhan dan polisi berhasil meringkus tersangka berkat Facebook. Lalu Facebook juga digunakan sebagai ajang dakwah beberapa ustadz, yakni dengan membuat group discussion. Dan masih banyak kegunaan lainnya yang saya pikir sah-sah saja.

Marilah kita berpikir positif karena dimana kita berpikir positif maka hal-hal yang kita perbuat akan menjadi positif pula. Semua tergantung niat kita masing-masing.

Kalau mau mengharamkan, ya mending sekalian saja BlackBerry dan Internet yang diharamkan. Khan gak ada tuh yang buka Facebook  ^_^

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s