Sebuah Slumdog Millionaire

Jai Ho

Slumdog Millionaire…humm…gue kasih two thumbs up buat film ini. Bukan karena gue item atau karena gue orang Asia tapi karena film ini emang bagus banget! Si Gembel Milyader mungkin lebih tepatnya jika diartikan ke bahasa Indonesia.

Film ini mengisahkan seorang pemuda bernama Jamal Malik, seorang chai-wallah atau pengantar teh di sebuah perusahaan operator telekomunikasi di Mumbai yang menjadi milyuner karena berhasil menjawab semua pertanyaan di sebuah acara kuis terkenal, Who Wants To Be Millionaire. Adapun keinginan kuat mengikuti kuis ini bukanlah karena Jamal ingin kaya tetapi demi menggapai cintanya yang hilang maka dia rela mengikuti acara ini dengan harapan bahwa cintanya, Latika, akan melihatnya di televisi.

Yang membuat gue berdecak kagum bukanlah kisah cintanya yang setia dan yakin pada satu pilihan, tetapi gambaran masa lalunya sebagai seorang anak kecil yang hidup di tengah-tengah kemelaratan kota Bombay yang teramat parah. Bayangkan saja ketika Jamal kecil, lapangan terbang dijadikannya sebagai arena bermain cricket. Lalu …maaf… berak pun di atas sebuah gubug yang teramat jorok. Ditambah lagi dengan lingkungan sosial yang teramat kejam dimana Jamal, Latika, dan Salim (si kakak) sempat dijadikan pengemis paksa oleh kelompok geng yang menggunakan anak-anak untuk mencari uang.

Jamal Kecil Pup menunggu Amitha Baccan

Salah satu adegan yang parah adalah ketika seorang anak yang pandai bernyanyi dibius dan kedua matanya dicongkel demi menjadikan anak tersebut buta. Sebab jika buta maka anak tersebut akan lebih banyak mendapatkan uang apabila mengemis.

Adegan lainnya adalah ketika Latika dijadikan pelacur anak-anak. Adegan ini sungguh memilukan hati membayangkan bagaimana di dunia nyata memang banyak terjadi pelacuran paksa dengan mempekerjakan anak-anak usia tanggung untuk dijual keperawanannya dengan harga mahal. Dan ini terjadi bukan hanya di India melainkan di banyak negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kepintaran Jamal berangkat bukan dari pendidikan sekolah formal melainkan pengalaman ketika Jamal dan Salim berkelana dari satu kereta api ke kereta api lainnya untuk menjajakan berbagai macam jualan asongan sambil bermain kucing-kucingan dengan kondektur kereta api. Selain itu, berkat tersesat di Taj Mahal, maka Jamal pun pandai berbahasa Inggris karena Jamal menganggap bahwa dengan bisa bahasa Inggris uangpun akan mengalir dari para turis. Mulai dari menjadi tukang foto Polaroid hingga tour guide dijalani oleh Jamal. Ironisnya, Salim justru menghidupi dirinya dengan mencuri sepatu, dompet hingga aksesori mobil dimana Jamal sering dijadikan umpan.

Keadaanpun menjadi berbeda ketika mereka nyaris berhasil menyelamatkan Latika dari perangkap pelacuran kota Mumbai. Ketika itu Salim, yang rupanya punya sebuah Colt revolver dari hasil curian, menembak mati Maman (si kepala geng pengguna anak-anak) hanya demi agar Maman tidak memburu mereka lagi. Salim akhirnya memilih jalan hitam dan bergabung dengan geng Javed untuk mencari perlindungan. Sebelumnya, Salim bukannya melindungi Latika tetapi malah menidurinya dan akhirnya menjual Latika kepada Javed. Melihat tragedi cintanya direnggut begitu saja oleh kakak kandungnya, Jamal akhirnya mencari penghidupan sendiri.

Akhirnya Jamal menjadi seorang chai-wallah dan menimba banyak ilmu di XL5, tempatnya bekerja. Suatu hari Jamal bertemu dengan Latika yang kini menjadi gundik Javed. Adegan disini sungguh menyayat hati karena dunia nyata selalu menuntut cinta sejati sebagai prioritas paling bawah setelah harta dan penghidupan yang layak. Meskipun Latika sering dipukuli Javed namun dia lebih memilih penghidupan yang layak daripada lari dengan Jamal.

Yang mengharukan, Jamal tidak putus asa dan bersumpah akan merubah nasib cinta Jamal-Latika dimana akhirnya Jamal memilih ikut Who Wants to Be A Millionaire untuk membuktikan bahwa Jamal cinta dengan Latika dan agar Latika dapat melihatnya di televisi.

Who Wants to be A Millionaire versi India

Semua pertanyaan dijawabnya dengan benar karena setiap pertanyaan yang dilontarkan merupakan bagian dari perjalanan hidup Jamal yang tidak terlupakan. Secara garis besar, film ini merupakan sebuah drama kehidupan seorang Jamal yang hidup di lingkungan yang serba melarat, amoral dan penuh dengan kejahatan. Namun Jamal merupakan seorang yang sangat tabah mengambil nilai-nilai luhur tanpa terikut kedalam arus hitamnya dunia nyata, ditambah dengan bumbu cinta sejati kepada Latika.

Kalau di Indonesia, film yang pesan moralnya kuat seperti ini adalah Laskar Pelangi, sedangkan India (half British) punya Slumdog Millionaire. HEBAT DAN TAK TERLUPAKAN!!!!!!!!

Ohiya, satu lagi hal penting disini yang membuat gue terkesan…kulit putih itu tidak selalu tanda sebuah kecantikan. Buktinya si Latika dewasa terlihat sangat cantik sekali meskipun kulitnya tidak terang.

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s