Tips Jitu Buat Para Caleg Legislatif 2009

Gile! Hampir di setiap sudut jalan ditempeli banner iklan caleg legislatif dari berbagai partai yang akan bertanding di ajang 2009 ini. Gue juga jadi kasihan sama tukang Sedot WC dan Badut Sulap, soalnya lahan iklan mereka ‘dihabisi’ oleh iklan para caleg ini. Bahkan kalo gue ke toilet umum di pintu masuknya juga suka ada iklan caleg. Yang paling gue perhatikan adalah janji-janji mereka, semuanya generik.

Nah menurut gue nih, biar didukung masyarakat Indonesia, gue punya ide gila mengenai program yang perlu dilaksanakan jika mau dipilih sama masyarakat:

· Ekstrim tapi kenyataan, si caleg perlu bilang terus terang bahwa jika terpilih, maka “Ketuhanan Yang Maha Esa” diganti dengan “Tuhan orang Indonesia adalah uang dan egoisme pribadi”. Pasti si caleg dipilih karena memang kenyataannya memang demikian.

· Masyarakat Indonesia punya hobi buang sampah di sembarang tempat, dari mulai di selokan sampai terang-terangan buang sampah lewat jendela mobil seenaknya pada saat di jalan raya. Caleg yang pintar seharusnya jeli melihat kebiasaan ini. Maka kampanye yang bagus untuk dijalankan: “Jika saya terpilih, seluruh tanah dan air wilayah Indonesia akan saya jadikan tempat sampah”.

· Masyarakat Indonesia paling suka serba-serbi berbau ke-Barat-Baratan apalagi dalam berbahasa jika tidak menggunakan istilah bahasa Inggris rasanya ada yang kurang alias gak gaul.Kampanye yang bagus: “If I’m elected, English will be Indonesian first and official language”.

· Masyarakat Indonesia paling suka dibohongi, jadi kalo mau bikin kampanye, seperti ini: ”Jika saya terpilih, sembako gratis, harga bensin turun 10X dalam setahun, pupuk dijamin murah meriah!”.

· Masyarakat Indonesia pengen cepat kaya tapi sedikit bekerja, maka yang bagus: “Jika saya terpilih, cukup Anda investasi ke saya 10 juta maka Anda akan mendapat pendapatan pasif 1 milyar di akhir tahun”.

· Masyarakat Indonesia hobi bergaya hidup mewah walaupun terlihat ‘maksa’, maka sebaiknya caleg itu harus berpenampilan ala artis sinetron, tunjukkan kalo si caleg doyan nongkrong di café, trus kalo berpose usahakan logo merek mahalnya kelihatan.

· Masyarakat Indonesia suka dengan ocehan dan kata-kata manis yang bertele-tele, jadi usahakan setiap berpidato selalu gunakan narasi yang panjang, kalau perlu perbanyak janji-janji surga.

· Masyarakat Indonesia suka dengan gossip dan bukan fakta (karena bisa ditambah bumbu), maka caleg seharusnya lebih banyak berkampanye melalui media infotainment.

· Masyarakat Indonesia, terutama kaum mudanya, paling hobi download 3GP adegan porno, maka strategi yang terbaik adalah dengan merekrut ahli animasi atau desain grafis dan suruh dia edit adegan porno dimana muka lawan politik si caleg di-crop menggantikan pemain porno yang asli. Lalu beri judul yang jelas, misal: “caleg partai X berasmara di bawah pohon duren”, “ABG digerayangi caleg Y”, dan lain sebagainya. Dijamin efektif.

· Masyarakat Indonesia hobi mengikuti dan mengimani ramalan yang sifatnya penuh dengan mistis. Gampang! Bayar saja beberapa dukun terkenal plus media, dan suruh mereka bilang bahwa si caleg adalah calon pemimpin yang ditunggu-tunggu masyarakat Indonesia selama ini sebagai juru selamat.

· Balik tentang ke-Barat-Baratan, trik yang cukup jitu adalah si caleg berpose dengan bule. Entah bule itu siapa tapi cukup suruh si bule seakan-akan kenal akrab dengan caleg. Dijamin cespleng.

· Masyarakat Indonesia selalu menganggap bahwa bumi, tanah, dan air wilayah Indonesia adalah untuk kepentingan rakyat. Maka yang bagus: “Jika saya terpilih, tebang pohon manapun dan berapapun adalah dibolehkan karena pohon tersebut milik bersama”. Lalu “Ikan dan hewan, silahkan diburu semaunya karena toh milik rakyat”.

· Masyarakat Indonesia suka sekali dengan seks, mulai dari dalih poligami yang tidak pada kaedahnya, kehidupan metropolis alias kumpul kebo, poliandri, tante girang, homoseksual, hingga bencong mania. Makanya itu, si caleg perlu membuat janji bahwa jika ia terpilih maka semua larangan mengenai hal tersebut akan dihapuskan.

Sebenarnya masih banyak lagi ide gila yang mungkin bisa jadi tips dan trik jitu agar si caleg dipilih. Tetapi kalo dibeberkan semua, nanti para caleg jadi nggak kreatif donk soalnya ide-ide disini dicontek semua sama mereka. Buntutnya semua caleg programnya seperti di atas, walhasil program di atas akan jadi program generik.

Secara pribadi, kalo ada caleg yang bener-bener ngejalanin ini namanya caleg gebleg. Ini khan cuma menyindir aja dengan kondisi yang ada sekarang.

10 Comments

  1. Pancagila
    1. Keuangan Yang Maha Bisa.
    2. Kemanusiaan Yang Asing dan Biadab.
    3. Persatukan Ide Gila.
    4. Kemaksiatan yang terpimpin berjamaah, kebijaksanaan dalam permunafikan/permusyrikan.
    5. Kebathilan bagi seluruh rakyat yang sudah gila.

    Ketik Reg spasi fatwa gila kirim ke 1313.
    Anda lahir jum’at legi, tidak cocok kerja sebagai penulis, yang cocok jualan teks pidato nyeleneh untuk Caleg yang pingin kepilih.

    Yang mau lihat 3G adegan porno 100 % bugil, silakan ke Animal Planet.
    Indonesia is paradise of porn, corruptcy figures, and the great pretenders. IN EVIL WE TRUST !

  2. Kalo merasa pinter JANGAN jadi Caleg soalnya orang pintar biasanya malah dikucilkan, ujung-ujungnya rugi sendiri.

    Yang paling penting kalo mau jadi Caleg ya harus sok pinter.Cukup beli aja gelar yang panjang, misalnya: Prof. DR. H. Unyil Siucrit, SE, Ak, MM, MBA, ST, MSi.

    Nah dengan gelar yang panjang begitu dijamin rakyat bakalan ngelirik deh!

    Satu lagi, kalo mau jadi Caleg, usahakan gunakan tagline, misal “Kenal dengan Luna Maya” atau “Saudara dari Tukul”….(walaupun sebenarnya boong) dijamin cespleng juga

  3. @pengelolaan keuangan,

    gak boleh dong berpikiran demikian. bagaimanapun jeleknya mereka itu dipilih secara demokratis. kalau mereka pada akhirnya ternyata busuk-busuk, marilah kita bercermin diri. mereka itu secara statistik harusnya mencerminkan intisari kita semua sebagai kelompok masyarakat. meskipun mereka telah terpilih, bukan berarti lantas kita menyerahkan semuanya kepada mereka, dan relasi kita dan mereka terputus. kalau pada kenyataannya memang terputus, tentu ada yang salah dalam mekanisme/tatanan politik kita. itu kita musti perbaiki.
    yang jelas kita tidak boleh melepas mereka menjadi liar dengan berkata saya tidak merasa terwakili oleh mereka.
    mereka itu organ kita sebagai masyarakat. kalau organnya ternyata tidak bisa berfungsi dengan baik, kita sebagai masyarakat bakal rusak pula. karena itu, kalau organ tersebut sakit, marilah kita obati. kalau cacad, kita perbaiki. bukan kita amputasi, lalu beralih pada organ-organ asing yang tidak jelas juntrungannya seperti lsm atau kelompok pengamat politik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s