Terima Kasih Israel

Di sebuah sudut jalan di Gaza – Palestina, terlihat hampir dua kilometer deretan anak-anak dan wanita Palestina. Mereka melambaikan salam dan mengucapkan terima kasih kepada iring-iringan tank Merkava (tank Israel) dan puluhan tentara IDF (Israel Defence Force) yang menuju ke arah kota Gaza. Hal ini memang sudah lumrah karena orang Palestina memang terkenal dengan keramahan dan rasa tahu terima kasih yang tinggi.

Di sisi lain, para tentara Israel tersebut terlihat bermuka kusut, harap-harap cemas, tegang, dan banyak yang terlihat takut tapi sombong. Seolah tidak tahu perang ini mau dibawa kemana arahnya.
Lalu mengapa hal ini terjadi? Oh ternyata mereka yang melambaikan tangan tersebut tidak lain adalah korban bom dan tembakan tentara Israel. Mereka telah mati syahid dan sekarang wajah mereka ceria, riang, penuh dengan rasa tidak sabar untuk menunggu antrian masuk pintu syurga dimana tempat para Rasul Allah SWT, malaikat, dan para syuhada ditempatkan.

Tidak jauh dari situ tampak beberapa arwah orang Indonesia sedang berargumen dengan malaikat. Loh kok ada orang Indonesia?

Malaikat 1:
“Wahai orang Indonesia, kami mohon maaf karena rancangan mati syahid kalian terpaksa dianulir, itu sudah keputusan resmi.”

(Seorang dari kerumunan orang Indonesia tersebut terlihat agresif, sepertinya segudang protes hendak dilayangkannya)

Asep:
“Wahai malaikat, mengapa kami tidak jadi dianggap mati syahid padahal kami khan sudah berjuang.”

Ucok:
“Betul wahai malaikat! Jauh-jauh loh datang dari Indonesia, sampe kami dibekali ilmu kebal senjata, bahkan kebal nuklir. Tapi kami memang sedang sial karena tentara Israel membunuh kami dengan asap ya asap fosfor. Itu yang tidak diajarka, kebal asap.”

Malaikat 1:
“Tapi kalian tidak melakukan jihad pada tempatnya. Jika kalian kesini dalam rangka memberikan bantuan media dan obat-obatan, lalu tewas diterjang peluru maka kalian bisa dikatakan mati syahid. Tapi khan niat kalian kesini karena mau turut berjuang, itu lain hal, wahai orang Indonesia.”

Parjo (sambil ikut mengomentari karena tidak puas dengan keputusan tersebut):
“Tapi niat kami suci, wahai malaikat.”

Malaikat 1:
“Apa yang kalian lakukan memanglah suatu perbuatan terpuji, tapi tidak pada tempatnya. Lihatlah, kalian baru saja sampai di Gaza tidak lebih dari 1 jam dan sudah tewas karena kalian tidak tahu medannya. Itu namanya mati konyol.”

Malaikat 2:
“Untuk itu, kalian akan mati secara normal dimana hisab tetap dijalankan alias timbangan amal dan dosa tetap dihitung.”

Joni:
“Baiklah kalau begitu, kami akur dengan keputusannya. Bagaimana rekan-rekan?”

Dimas:
“Baiklah kalau begitu, wahai malaikat. Tapi kami penasaran, sebenarnya jihad yang bagaimana yang seharusnya kami lakukan?”

Malaikat 2:
“Wahai orang Indonesia, kalian akan dikatakan berjihad apabila melakukan salah satu dari 3 hal ini, yakni (1) berjuang mati-matian menentang korupsi dan kebobrokan moral yang selama ini mewabah di Indonesia; (2) berjuang dan berusaha memuliakan anak-anak tidak mampu sehingga mereka dapat mengenyam pendidikan yang baik dan menjadi seorang yang berguna bagi agama, bangsa dan negara; (3) menegakkan Islam seperti ketika Rasulullah SAW masih hidup.”

Malaikat 1:
“Jadi kalian berhak mendapat paket jihad seperti yang dikatakan sebelumnya. Muslim Palestina, Iran, Inggris, atau Amerika sekalipun tidak layak dapat paket jihad kalian. Seperti halnya disini, muslim Palestina dapat paket jihad yakni membela tanah air mereka. Makanya kalau kalian disini ya berarti kalian mengambil jatah jihad mereka, itu tidak adil namanya.”

Asep:
“Baiklah, tapi apa kami diberi kesempatan untuk hidup kembali, wahai malaikat?”

Malaikat 1:
“Mohon maaf tidak bisa, memangnya kalian hidup di jaman nabi Isa AS. Tapi kalian mungkin bisa paling tidak 30 menit untuk berkomunikasi dengan mereka yang masih hidup untuk menyampaikan salam perpisahan.”

Lalu orang-orang Indonesia segera berhamburan memberitahukan rekan-rekan mereka yang masih hidup dan berjuang di Palestina agar mereka segera kembali ke Tanah Air untuk berjihad seperti yang dikatakan malaikat tersebut.

Di sudut lain terlihat banyak arwah tentara IDF yang berbaris dengan wajah pucat, takut dan ngeri melihat malaikat yang ketiga. Bukan apa, karena malaikat yang satu ini wajahnya teramat seram melebihi tampang pocong, kuntilanak, drakula, bahkan genderuwo.

Malaikat 3:
“Wahai kalian yang terkutuk, aku menyampaikan satu pesan dari kakek buyut kalian yakni Israel (baca: Yakub AS). Kakek buyut kalian sungguh sangat sedih melihat kalian hidup di dalam kenistaan. Lihatlah bagaimana para Rasul Allah SWT, terutama Musa AS dan Harun AS telah berulang kali semasa hidupnya berdo’a dan memohon kepada Allah SWT agar kaum Yahudi diberikan hidayah. Tapi berhubung Allah SWT sudah punya kebijakan bahwa manusia lah yang menentukan takdirnya sendiri maka do’a tersebut ditolak. Lihatlah, kalian malah melaknat rasul dan nabi kalian, lalu mendustakan mereka!”

Malaikat 1 & 2:
“Sungguh laknat dan terkutuk. Bukannya kalian mengikuti jejak para rasul dan nabi untuk mengabdi kepada ajaran Islam, tapi malah menyimpang. Hasil jerih payah kalian hadiahnya cuma satu, yakni neraka jahanam hingga waktu yang tidak ditentukan alias FOREVER!”

Di sudut jauh pojokan kota Gaza, Iblis terlihat bengong dan bingung. Lalu salah satu malaikat menyapanya.

Malaikat 2:
“Wahai Iblis yang terkutuk, sedang apa kau disini?”

Iblis:
“Wahai malaikat, aku sedang bingung karena di jaman sekarang ini aku kehilangan pekerjaan. Bagaimana tidak, banyak manusia yang dengan sendirinya berubah menjadi syaitan tanpa perlu bujuk rayuku.”

Malaikat 2:
“Bukankah kamu seharusnya senang akan hal ini, wahai Iblis?”

Iblis:
“Ya sebenarnya senang sih, tapi aku jadi bingung mau mengerjakan apa nih sekarang.”

Malaikat 2:
“Ya terserah saja, asal jangan kamu ganggu orang-orang yang beriman dan bertaqwa!”

Itulah sedikit hiruk pikuk kejadian di Gaza dilihat dari dunia ghaib.

6 Comments

  1. Wahai yang membuat posting ini.. Anda telusuri dulu asal usul mengapa Israel menyerang Palestina.. Kemana media Indonesia saat Hamas menyerang Israel? Kemana media Indonesia saat banyak rakyat Israel yang meninggal tak wajar dan kesakitan setelah mereka diserang Hamas? Kemana?
    Apakah agama masih dipermasalahkan? Apakah karena Israel orang Yahudi sehingga tidak dianggap di dunia Arab? Padahal Yahudi juga merupakan ras Arabian..

  2. kayakny emang udh bkan masalah agama,tp udah nyangkut mslh kmanusiaan,mkany richard goldstone-yg notabene adlh seorang yahudi dn pndukung zionis-tetap brusaha cri keadilan bwt rakyat palestina dn terus mengusut kejahatan perang yg dilakukan israel..
    But,anyway,crita ny ngeflow bgt mas,enak dbca dn dicerna,sarat makna,hehey,buat bku aja mas,insya Allah laris manis!! =]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s