Rakyat dan Makanan Sehat

Razia Makanan oleh Dinas Kotamadya JakBar

Razia Makanan oleh Dinas Kotamadya JakBar

Petugas gabungan di berbagai daerah, mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pemerintah Daerah, Dinas Peternakan, BBPOM, hingga YLKI, dalam beberapa minggu bulan Ramadhan ini sedang giat-giatnya melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai usaha penjual makanan.

Razia tersebut dilakukan tanpa pandang bulu. Bayangkan saja, mereka melakukan sidak tidak hanya ke pasar tradisional dan toko kelontong namun petugas gabungan sudah merambah sidak ke retailer besar seperti Carrefour dan Makro.

Langkah ini tentunya patut kita acungkan jempol karena mereka merazia berbagai barang konsumsi yang mengandung formalin, makanan kadaluwarsa, makanan busuk, dan makanan yang mengandung zat berbahaya lainnya yang dapat merusak tubuh.

Hasil dari berbagai razia tersebut sempat membuat gue tercengang. Bagaimana tidak, selama ini yang gue tahu bahwa Retailer besar, sepeti Carrefour, tentunya punya standar kualitas terhadap makanan dan minuman yang dijual. Tapi ternyata petugas gabungan tetap saja menemukan adanya makanan kadaluwarsa dan daging busuk. Tadinya gue berpikir jika gue belanja di Carrefour atau Makro, gue tidak perlu khawatir akan adanya makanan yang bias membahayakan kesehatan tubuh eh nggak tahunya sama saja. Jadi memang tetap saja kita harus selalu hati-hati dalam membeli makanan dimanapun.

Bagi perusahaan, temuan ini tentunya memukul imej karena masyarakat, dimana gue adalah bagian dari masyarakat, akan membentuk persepsi negatif dan lebih was-was dalam membeli makanan di perusahaan tersebut. Bahkan, bukan tidak mungkin jika masih ada pilihan lain akan beralih belanja di tempat yang dianggap dapat memberikan keyakinan.

Memang benar kata Bob Sadino, yang terpenting itu bukan keuntungannya tetapi bagaimana kita bisa memberikan nilai tambah kepada konsumen, yakni makanan sehat. Semoga semua pengusaha makanan dapat mengimplementasikan komitmen Bob Sadino.

Jika masyarakat Indonesia ingin maju, maka rakyat Indonesia harus memperhatikan makanannya. Ingat, “We are what we eat!”

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s