Masih Ingat AA Gym?

HIDUP INI ADALAH UNTUK DAMAI…JANGAN ADA PERMUSUHAN, JANGAN ADA PERANG !!!

Masihkah kita ingat dengan AA Gym? Buat gue, AA Gym tetaplah menjadi seorang inspirator dalam motivasi hidup. Terlepas dari masalah poligami, sebenarnya berbagai ceramah dan kata-kata beliau masih indah untuk kita simak sebagai bahan untuk renungan dan koreksi terhadap diri kita yang mungkin selama ini salah.

AA Gym….marilah jangan kita lihat kekhilafan beliau karena AA Gym juga seorang manusia…marilah kita lihat pesan yang beliau bawakan untuk kita semua. Dengan banyaknya carut marut masalah yang dihadapi bangsa kita, tentunya ada pesan lama AA Gym yang sangat mengena di diri gue dalam menyikapi kehidupan sosial di sekitar gue, antara lain:

  • “Jika kita memelihara kebencian dan dendam, maka seluruh waktu dan pikiran yang kita miliki akan habis dan kita tidak akan pernah menjadi orang yang produktif”; pesan ini mengingatkan gue agar sebagai warga negara yang baik seharusnya kita lupakan segala permusuhan di antara kita dan marilah kita membangun bangsa ini agar maju. Lihatlah AKKBB dan pendukung FPI yang terus menerus saling serang walaupun saat ini sedang mereda.
  • “Kekurangan orang lain adalah ladang pahala bagi kita untuk memaafkannya, mendoakannya, memperbaikinya, dan menjaga aibnya”; apapun agamanya, sebaiknya jangan mencari-cari kesalahan orang lain apalagi menjatuhkannya.
  • “Bukan gelar atau jabatan yang membuat orang menjadi mulia. Jika kualitas pribadi buruk, semua itu hanyalah topeng tanpa wajah”; gue teringat begitu parahnya tingkat korupsi di berbagai instansi di negara kita, apa tidak ada yang sadar bahwa hidup itu cuma sekali???
  • “Ciri seorang pemimpin yang baik akan nampak dari kematangan pribadi, buah karya, serta integrasi antara kata dengan perbuatannya”; wahai para atasan dan bos, kelakuan kalian yang buruk akan dicontohkan oleh anak buah, jadi sadarlah.
  • “Jika kita belum bisa membagikan harta, kalau kita tidak bisa membagikan kekayaan, maka bagikanlah contoh kebaikan”; bagi gue, di dunia ini bukanlah uang sebagai penentu hidup, selagi uang tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok dan sekunder tidak perlu terlalu memaksa untuk mengejar kebutuhan tersier…yang penting gue menjalani hidup dengan kebahagiaan dengan bisa berbagi kebaikan dengan orang lain.
  • “Jangan pernah menyuruh orang lain sebelum menyuruh diri sendiri, jangan pernah melarang orang lain sebelum melarang diri sendiri”; ini nih yang kebanyakan orang Indonesia jadikan hobi. Maling teriak maling…menyuruh orang lain agar jangan ini dan itu tapi sendirinya malah melakukan.
  • “Pastikan kita sudah bersedekah hari ini, baik dengan materi, dengan ilmu, tenaga, atau minimal dengan senyuman yang tulus”; orang miskin semakin bertambah karena kenaikan harga BBM, dan bukan karena mereka malas tapi memang kondisi yang membuatnya begitu….marilah kita sedikit berbagi kebahagiaan materi dengan mereka walau hanya untuk sesuap nasi saja.
  • “Para pembohong akan dipenjara oleh kebohongannya sendiri, orang yang jujur akan menikmati kemerdekaan dalam hidupnya”; kata orang, ada bohong yang untuk kebaikan…setahu saya kebohongan itu tidak pernah ada yang baik karena sekali kita berbohong maka kebohongan lainnya akan mengikuti untuk menutupi kebohongan yang pertama dan seterusnya!
  • “Bila memiliki banyak harta, kita akan menjaga harta. Namun jika memiliki banyak ilmu, maka ilmu lah yang akan menjaga kita”; inilah yang banyak terjadi di sekitar masyarakat. Tidak heran kalo gue sering melihat rumah mewah yang dipagar dengan besi runcing setinggi pohon kelapa karena takut kehilangan harta…tapi lihatlah, banyak dosen atau guru yang mengendarai mobil butut sanggup bangun pagi dengan muka ceria menuju kampus untuk mengajar idealisme dan ilmu yang siap mereka bagikan.
  • “Kalau hati kita bersih, tak ada waktu untuk berfikir licik, curang atau dengki sekalipun”; wahai para politisi dan anggota DPR, bersihkanlah hati kalian. Daripada saling dengki dengan orang lain lebih baik pikirkanlah rakyat.
  • “Bekerja keras adalah bagian dari fisik, bekerja cerdas merupakan bagian dari otak, sedangkan bekerja ikhlas ialah bagian dari hati”; cukup jelas maknanya bagi gue.
  • “Jikalau dosa kita menggunung tinggi, maka ampunan Allah SWT melangit luas, jadi jangan pernah sungkan untuk bertobat. bertobatlah dari sekarang”; boro-boro bertobat, orang Islam sekarang ini banyak yang phobia akan Islam itu sendiri.
  • “Semakin sedikit dosa dan aib yang ada, semakin ringan dan merdeka hidup ini. Tak takut ada yang terbongkar. Maka jagalah diri senantiasa”; aduuh seandainya ibu Artalyta dan para Jaksa itu mengamalkan hal ini.
  • Jadikanlah setiap kritik bahkan penghinaan yang kita terima sebagai jalan untuk memperbaiki diri”; boro-boro nih anak SMA atau mahasiswa ikhlas menerima kritikan…yang ada biasanya malah memanggil teman-temannya (genk) lalu menghajar orang yang menghina.
  • “Tidaklah salah orang bercita-cita menjadi kaya. Yang salah adalah ketika orang berpandangan bahwa kekayaan adalah segala-galanya”; biasanya orang yang kena penyakit ini adalah yang hobi nonton sinetron.
  • “Berlakulah lemah-lembut! Jika harus bertindak keras, itu adalah pilihan terakhir, sebab bersabar itu lebih baik dan utama”; strategi utama yang paling digemari oleh rakyat Indonesia adalah brutal, rusuh, dan anarkis.
  • “Jika hidup kita senantiasa menebarkan kasih sayang tulus, maka semua pihak, baik yang dilangit atau di bumi akan mencintai kita”; marilah kita kembali menjadi orang yang penuh kasih sayang.
  • “Keluh-kesah dan amarah tidak akan banyak mengubah keadaan selain akan lebih mempersulit posisi kita sendiri”; ini nih penyakit yang banyak diderita orang Indonesia, apalagi kalo sudah menyangkut masalah duit.

Dan yang terakhir, yang paling ultimate menurut gue:

“Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan menjemput kita, tapi kita tahu persis seberapa banyak bekal yang kita miliki untuk menghadapinya”

3 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s