Cara Mereformasi Islam

Hmmm….akhirnya memang gue sadari bahasan ilmu Sosial sangat lekat dengan Ilmu Politik, dan akhirnya gue memutuskan untuk mem-posting isu politik juga (yang murni politik).

Menurut sabda Rasulullah SAW, pembagian Islam setelah wafatnya Rasulullah SAW ada 73 golongan, dan hanya 1 yang dijamin masuk Jannah (surga). Mudah-mudahan gue adalah salah satu orang yang masih mengikuti ajarannya yang benar.…Amien Ya Robbal Alaamin. Juga, jika kita mengingat masa kekhalifahan, maka akan terbayang betapa majunya berbagai aspek kehidupan jika kita benar-benar menerapkan Islam dengan kaffah (menyeluruh) dan juga dengan common sense.

Kalo gue bilang, Islam yang gue anut tidak ada satupun yang masuk ke dalam golongan di bawah ini karena Islam yang gue anut selalu menyuruh pengikutnya untuk toleransi terhadap penganut agama lain, selalu berusaha untuk belajar dan memperkaya ilmu, tidak melakukan kekerasan, dan punya slogan “Kejarlah dunia seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan kejarlah akherat seakan-akan kamu akan mati esok”.

Sedangkan menurut banyak pakar dari dunia Barat, Islam terbagi menjadi 4 golongan: fundamentalist, traditionalist, modernist, dan secularist.

Fundamentalist merupakan golongan yang menolak mentah-mentah nilai-nilai demokrasi dan budaya Barat. Golongan ini dianggap sebagai kelompok yang otoriter, dan golongan yang menerapkan sistem hukum dan moralitas dari pola pandang Islam secara ekstrim. Seperti misalnya, hukuman rajam dan potong tangan, pemaksaan pemakaian burka atau cadar bagi kaum wanita, dan pemotongan hak-hak wanita di dalam nilai masyarakat. Mereka menerima kemajuan teknologi modern dan inovasi namun tidak segan-segan menggunakan cara kekerasan.

Ada dua sub-golongan untuk fundamentalist, yakni pertama yang disebut scriptural fundamentalist atau kelompok yang mengartikan kalimat di Al-Qur’an secara harfiah, seperti Revolusionist Iran, Wahabi Saudi, dan Kaplan di Turki. Kedua, radical fundamentalist atau kelompok yang tidak terlalu mengindahkan pemaknaan di dalam Al-Qur’an, yang terpenting adalah arti perjuangan yang mereka lakukan. Disebut-sebut yang termasuk kelompok ini adalah Al Qaeda, Taliban, Hizb-ut-Tahrir, dan HAMAS.

Tradisionalist merupakan golongan yang ingin menjaga aspek Islam secara murni dan percaya bahwa semua ajaran Islam relevan hingga akhir zaman. Mereka selalu curiga terhadap kemajuan teknologi dan perubahan. Golongan ini biasanya menghindari lingkungan masyarakat yang berubah dan hanya berkutat pada masalah keagamaan saja dan menghindari kekerasan. Mungkin yang termasuk disini adalah aliran Sufi.

Modernist merupakan golongan penganut Islam yang ingin menjadi bagian dari kemajuan zaman. Golongan ini justru berjuang untuk mereformasi ajaran-ajaran Islam yang dianggap tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Golongan ini percaya bahwa beberapa nilai Islam yang dibawa Rasulullah SAW sudah tidak relevan dengan perkembangan modernitas dunia dimana golongan ini memperjuangkan kebebasan dan persamaan hak bagi semua agama. Yang termasuk ke dalam golongan ini adalah Jaringan Islam Liberal (JIL)

Secularist merupakan golongan yang mendambakan pemisahan ajaran Islam dengan sistem kenegaraan secara mutlak. Sistem kenegaraan harus berada di atas aturan hukum agama, seperti halnya yang terjadi pada sistem pemerintahan di Turki dan Perancis.

Menurut pihak Barat, yang terjadi saat ini justru lebih banyak penganut Islam yang masuk ke dalam golongan Islam pertama dan kedua dibandingkan penganut golongan secularist dan modernist. Oleh sebab itu maka pihak Barat merasa perlu membuat sebuah blue print Agenda Reformasi guna merubah peta dunia Islam menjadi seperti yang mereka kehendaki, yakni dunia Islam yang dianggap ‘lebih toleran’ dengan Barat, lebih berbudaya atau lebih manusiawi dan bernilai ke-Barat-baratan. Rencana konspirasi tersebut disebut Five Pillars of Democracy (gue kutip dari http://www.rand.org).

Adapun strateginya adalah sebagai berikut:

1. Support the modernist first, yakni dengan membantu golongan modernist untuk lebih popular di lingkungannya dan membuat golongan ini menjadi dominan. Tujuannya adalah untuk memerangi golongan tradisionalist dimana golongan modernist harus berhasil menghapuskan doktrin-doktrin ajaran Islam yang menghambat penyerapan budaya Barat.

Adapun action plan yang harus didukung, antara lain:

  • Dukungan penuh melalui dukungan finansial atas semua usaha para modernist
  • Upayakan agar para modernist mampu mempengaruhi generasi muda dan opini public
  • Merubah kurikulum pembelajaran Islam agar diarahkan pada gaya Islam modernist
  • Mencegah kembalinya ajaran-ajaran Islam yang bersifat konservatif di dalam kurikulum pembelajaran siswa

2. Support the tradisionalist enough to keep them viable against the fundamentalist, yakni opsi yang digunakan untuk melawan golongan fundamentalist. Artinya, untuk memerangi Islam harus dengan Islam juga, hanya saja Islam yang beda golongan.

Adapun action plan yang harus dilakukan, antara lain:

  • Memperlebar gap antara kelompok fundamentalist dan tradisionalist
  • Biarkan dan publisasikan kelompok tradisionalist dalam menghujat fundamentalist yang selalu melakukan kekerasan
  • Di dalam kelompok masyarakat yang dominan Islamnya, dukung penyebaran ajaran tradisionalist agar masyarakat tersebut hanya mempelajari agama saja tanpa mempelajari kemajuan teknologi dan perkembangan zaman

3.Oppose the fundamentalist energetically, yakni cara yang ditujukan untuk menyerang ideologi Islam dengan cara black campaign, misalnya dengan mempublikasikan bahwa negara yang dikuasai Islam biasanya paling korup, selalu terjadi pelanggaran HAM, sarang teroris, dan lain sebagainya.

Adapun action plan yang harus dilakukan, antara lain:

  • Menyerang secara terbuka bahwa ajaran Islam tidak benar dan penuh dengan ketidakakuratan
  • Mempublikasikan jaringan terlarang, seperti Afghanistan sebagai negara penghasil morfin terbesar, Irak sebagai sarang teroris, madrasah sebagai sekolah pencetak terorisme dan lain sebagainya
  • Mempublikasikan kenyataan bahwa banyak negara-negara Islam yang tidak mampu membangun kemajuan
  • Memberikan tekanan dengan berita yang menggambarkan kegiatan terorisme dan ektrimisme di negara Islam yang seolah didukung negara
  • Mendukung wartawan yang mengulas tentang korupsi, skandal seks, dan kemunafikan yang terjadi di negara Islam

4. Support the secularist on a case-by-case basis, yakni cara yang ditujukan untuk mendukung dan membangun sebuah negara yang sekuler. Caranya adalah menumbuhkan pemahaman bahwa dengan memisahkan agama dari pemerintahan justru akan memperkuat keyakinan agama itu.
5. Develop secular civic and cultural institutions and programs, yakni bertujuan untuk membangun budaya sekuler dengan cara mengupayakan LSM-LSM negara Barat agar selalu membawa misi sekularisme di setiap program kerja LSM tersebut di negara berpenduduk Islam atau negara Islam.

2 Comments

  1. Salah JUDUL Mas !!!
    salam Kenal Ya
    yang benar adalah Mereformasi
    Pikiran dan Hati Umat Islam
    Pikiran dan perasaan yang bersih suci, Itulah Islam
    Yang sudah kotor-kotor bukan dari islam
    Lihatlah orang-orang yang banyak dosa
    Pasti BINGUNG memahami Islam
    Tersesat Pasti !!!
    Sucikan Hati – Sucikan Pikiran
    Pasti TEPAT dalam memahami Islam
    Dan Mengamalkan Islam.

  2. artikel menarik Mas Piko, jadi ingat suatu hadist kurang lebih redaksinya “islam itu datang dengan terasing, dan suatu saat akan dianggap asing…”,
    Yang saya pahami Islam merupakan “the Way Of Life” bukan hanya koleksi ritual semata tapi menyangkut ideologi serta metoda hidup yang terintegrasi dunia dan akhirat (kelak), cuma mungkin umat islam (secara global) mengalami “kegagapan” dan kurang ngeh terhadap apa yang mereka yakini sebagai islam..umat banyak distir dan di infiltrasi kepentingan kaum khuffar sehingga menjadi jauh dari nilai-nilai islam, yang ada distorsi nilai islam menjadi hal-hal yang “ngaco” seperti liberal, pluralisme (menurut versi Amerika), negara sekuler. Solusinya mari kita mulai dari diri sendiri untuk lebih memahami ideologi Islam, dan menularkan semangat Islam kepada saudara-saudara yang lain…jadi betul Umat islam memerlukan “obat” yang manjur agar sadar mereka adalah mukmin yang memiliki tugas sebagai khalifah dimuka bumi, Jazakallah Bro🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s