Memilih Nomor HaPe

Pernah nggak sih kita merasa sebel sama teman, adik, sepupu, keponakan, pacar, selingkuhan yang selalu berganti-ganti nomor HaPe? Mungkin pernah. Hal ini seringkali terjadi di sekitar kita karena switching pelanggan dari satu operator seluler ke lainnya tergolong relatif mudah di Indonesia. Ini terjadi karena sistem penjualan handphone di Indonesia masih jarang yang mengintegrasikan nomor dengan HaPenya. Sedangkan jika kita lihat di negara tetangga, penjual HaPe lebih dominan menjual HaPe yang langsung ada nomornya. Jadi chip GSM atau CDMA sudah ‘terpatri’ di dalam HaPe dan tidak bisa dilepas. Harganya HaPenya pun jauh lebih murah ketimbang HaPe yang kosong tanpa nomor.

Karena pedagang HaPe di Indonesia lebih dominan menjual HaPe kosong maka sebagian besar pengguna biasanya memilih faktor tarif sebagai acuan utama. Tinggal pilih HaPe yang diinginkan maka pilihan operator selular menjadi prioritas kedua karena bisa setiap saat diganti-ganti. Hal ini terbukti dengan gencarnya promosi dan iklan operator selular yang menggunakan tarif sebagai ‘senjata utama’. Padahal bentuk promosi ini sudah berulangkali diprotes oleh berbagai kalangan masyarakat dan juga pengamat telekomunikasi karena terkadang menyesatkan dan bersifat hanya sementara saja.

Sebenarnya banyak faktor lain yang dapat saja dijadikan acuan selain tarif, misalnya kemampuan roaming, kecepatan akses Internet, ada-tidaknya fasilitas 3G, layanan masalah telekomunikasi, sinyal, hingga faktor tahayul seperti ‘nomor cantik’. Pilihan itu semua dikembalikan berdasarkan preferensi masing-masing orang. Misalnya, ABG biasanya memilih kartu prabayar karena bisa ber-sms murah, kalangan pekerja kantoran memilih produk yang mempunyai jaringan sinyal yang kuat, kalangan pecinta teknologi biasanya suka yang paket internetnya murah dan cepat.

Nah, selagi masih bebas bergonta-ganti operator selular, gue menawarkan faktor tambahan (plus komentar gue) yang mungkin bisa dijadikan acuan untuk memilih selain dari hal di atas, yakni nama produk. Silahkan deh dilihat sedikit profil para operator tersebut (tanpa daftar tarif), siapa tahu salah satu nama produk ada yang sesuai:

1. Telkomsel – 51,3 juta pemakai (2008); investornya Singapore Telecom (35% saham)

a) – HALO: cocok bagi orang yang sering menyapa, selalu ingin tahu kabar orang lain

b) – KartuAS: cocok bagi orang yang suka kompetisi, merasa dirinya jagoan

2. Indosat – 26 juta pemakai (2008); investornya Qatar Telecom (40.8% saham)

a) – IM3: sepertinya cocok buat orang yang ga suka berdua, sukanya bertiga

b) – Matrix: cocok bagi orang yang ‘njelimet’, nge-fans film Matrix tentunya – sama suka Marco Materazzi

c) – StarOne: seneng dibilang sodaranya Mr. Spock di Star Trek

3. Excelomindo – 15,5 juta pemakai (2008); investornya Telekom Malaysia (83,8% saham) dan Etisalat (16% saham)

a) – XL: nah ini dia, cocok buat yang suka sesuatu yang serba ‘besar’….apalah itu

b) – Jempol: buat yang sering berurusan sama birokrasi, karena suka cap jempol

c) – Bebas: penggemar slogan-nya Iwa K, bebas lepas

4. Mobile 8 – 3 juta pemakai (2008); saham tunggal milik Global Mediacom

a) – Fren: buat anak gaul nih karena sering bilang ‘apa kabar Pren’

b) – Hepi: tentunya kalo hidupnya selalu bahagia pasti suka nama ini

5. Telkom – 7 juta pemakai (2008); saham tunggal milik Telkom

a) – Telkom Flexi: orangnya ga suka diatur, maunya apa-apa fleksibel aja

6. 3 (dibaca three) – 2,3 juta pemakai (2008); Hutchison Telecommunications International Ltd (60% saham) dan CP Group Indonesia (40% saham)

a) – 3: suka anak-anak….khan iklannya anak kecil

7. Esia – 2,2 juta pemakai (2008); saham tunggal milik Bakrie Telecom

a) – Esia: orang yang suka plesetan…Asia kok jadi Esia ya???

8. Natrindo – 500 ribu pemakai (2008); Saudi Telecom Company (51% saham) dan Maxis Communication (44% saham)

a) – AXIS: wah serem nih, ini khan nama musuhnya pasukan Sekutu waktu Perang Dunia 2

9. Smart Telecom – 500 ribu pemakai (2008); saham tunggal Sinar Mas Group

a) – Smart: hanya untuk orang pintar, yang bego ga boleh pake

10. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia – saham tunggal Sampoerna

a) – Ceria: beda sama Hepi, orang yang Ceria belum tentu Hepi

*note: data dari BRTI.or.id

Ada istilah lain yang mau ditambahkan?

1 Comment

  1. kekeke~ bahasan lo ada-ada aja pik..BTW no ane gak pernah ganti sejak jaman behula, tp kalo yg buat nge-net udah ganti berapa kali dah, ini starone udah gak pus gw ganti telkomsel yg unlimited hihi~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s