Switzerland-Swiss-Suisse

Ketika melihat pembukaan Piala Eropa 2008, gue jadi teringat ketika dulu tinggal di negeri ini, tepatnya di kota Zurich. Negeri kecil yang terdiri hanya 7 kanton (semacam propinsi) merupakan negara terindah di Eropa. Kota-kota di Switzerland terlihat sangat ramah dan menyatu dengan lingkungan.

Pada saat gue menjelajahi negeri ini, gue melihat bahwa setiap kota tersusun sangat rapi dan bersih, kemudian di pinggiran kota pasti terdapat pertanian yang luas dan peternakan sapi dan domba yang terlihat sangat bersih. Nah uniknya, setelah lahan pertanian dan peternakan kebanyakan lahan digunakan untuk hutan, terutama di sepanjang pegunungan Alpen. Pada waktu itu, tidak jarang gue harus mengerem mobil secara mendadak karena ada rusa yang lewat mencari rerumputan di bawah salju yang tidak terlalu tebal. Belum lagi sapi-sapi yang lalu-lalang jalanan. Tapi sungguh mengasyikkan.

Di mata air sungai Rhine, gue takjub karena mata air dan sungainya sangat jernih. Kata temen gue yang asli sana, orang Swiss ’haram’ mengotori mata air Rhine karena jika dikotori maka kasihan orang Jerman dan Perancis?? yang daerahnya juga bergantung pada pasokan air dari sungai ini.

Lalu, bedanya orang Swiss dengan kebanyakan masyarakat Asia Timur dan Tenggara, mereka punya budaya membuang makanan yang berasal dari biji-bijian (roti, dll) di pekarangan belakang mereka. Gue pernah tanya sana-sini tentang hal ini, dan rata-rata mereka bilang bahwa sebahagianya burung adalah lebih bahagia jika burung tersebut tidak di dalam sangkar. Jadi alasan mereka membuang makanan di pekarangan belakang agar mereka bisa membuat burung-burung liar tersebut betah mampir dan ’berceloteh’ di halaman belakang tanpa harus mengurungnya di dalam sangkar.

salsburg Belum lagi Pemerintah Swiss sangat mengutamakan petani dan peternak mereka. Mungkin hal ini serupa dengan kebijakan banyak negara di Eropa Barat, Australia, dan New Zealand namun uniknya profesi petani dan peternak di Swiss dianggap seolah-olah suatu pekerjaan yang sangat mulia. Jadi mereka tidak perlu memrambah hutan untuk mencari tambahan nafkah dan juga tidak perlu melakukan ekstensifikasi lahan untuk menambah hasil panen karena petani di Swiss sangat dimanjakan oleh teknologi.

Gue berharap dengan diselenggarakannya pesta pertandingan sepakbola akbar setelah Piala Dunia ini, maka baik masyarakat yang datang langsung ke Swiss maupun yang menonton melalui televisi dapat melihat indahnya negeri ini dan mengambil hikmah bahwa pelestarian lingkungan hidup adalah sangat penting bagi kehidupan manusia, dan bahwa manusia tidak akan pernah lepas dari ketergantungan akan lingkungan yang hijau dan sehat.

LET’S GO GREEN…!!! Dan jika teman-teman tertarik untuk mengunjungi negeri ini, ’wajib’ hukumnya untuk tahu legenda rakyat Swiss yakni Willhem Tel…hehehe

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s