FPI: A Lonely Knight

Terlepas dari kekecewaan gue yang diungkapkan pada artikel terdahulu tentang FPI, ternyata dari hati gue terdalam tersimpan rasa simpati terhadap organisasi ini. Setelah banyak mendapat masukan dari rekan-rekan akhirnya gue baca ini-itu dan hasilnya memang merubah pemikiran gue. Ternyata FPI memang lebih brilian dari yang gue sangka sebelumnya…ya biasalah…tak kenal maka tak sayang. FPI memang sebuah organisasi yang konsep kegiatannya sesuai dengan asas Islam.

Habib Rizieq

Sebagai pemeluk agama Islam, gue sangat anti kekerasan atau anarkisme namun di luar dari kasus Monas lalu justru yang gue sesalkan (dari hasil baca berbagai sumber) kenapa:

  1. Organisasi FPI harus dibubarkan katanya, padahal hanya dengan arahan dan dialog dari Pemerintah sebagai penyelenggara negara dan para pemuka Agama Islam, gue yakin FPI pasti bisa mengerti berbagai alasan Pemerintah dalam menunda keputusan, kecuali jika memang Pemerintah sudah mendapat sponsor atau tekanan dari pihak tertentu. Gue gak pengen organisasi ini bubar, yang gue pengen supaya mereka tidak lagi melakukan aksi yang bersifat anarkis.

  1. Masalah utama dari kerusuhan Monas yang lalu adalah cueknya Pemerintah dalam menyikapi aliran Ahmadiyya tapi malah pokok permasalahan dilarikan ke topik pembubaran FPI.

Hal ini seolah-olah membuat Pemerintah menyerahkan sepenuhnya keputusan ke masyarakat. Mungkin agar masyarakat luas menilai sendiri aliran Ahmadiyya, jika lebih banyak yang menentang baru deh ujung-ujungnya dilarang, namun jika banyak yang mengamini ya kemungkinan Pemerintah mengijinkan Ahmadiyya berdiri sebagai bagian dari aliran Islam. Menurut gue pribadi, Ahmadiyya jangan diberi ruang karena Ahmadiyya adalah ajaran Islam yang salah jadi harus diluruskan.

  1. Ada beberapa tokoh penting di Indonesia, kebetulan mereka beragama Islam, justru mendukung Ahmadiyya dengan alasan kebebasan beragama. Yang namanya bebas itu tentunya harus selalu berpijak dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia, dimana agama yang diakui resmi oleh Negara hanya Islam, Kristen (Katolik dan Protestan), Hindu, dan Buddha. Selain itu (aliran kepercayaan, dll) tidak bernaung di bawah Departmen agama. Lalu masing-masing agama punya organisasi atau dewan khusus yang mengatur sah tidaknya suatu cabang/aliran dari masing-masing agama. Misalnya, Shunni dan Syiah…keduanya dianggap berbeda pemahaman dalam melaksanakan beberapa teknis pelaksanaan ibadah namun secara garis besar tetap mengacu pada Al-Qur’an dan haditz.

Menurut gue (berdasarkan pendapat pakar adherents.com), suatu klaim ajaran agama hanya bisa dikatakan sebagai agama baru apabila hasil jawabannya ”No” untuk pertanyaan: (a) apakah ajaran ini merupakan pengembangan dari agama yang sudah ada?; (b) apakah ajaran ini memiliki nilai keimanan yang serupa dengan agama lain?

Sori, ini rada sensitif. Ahmadiyya bukan merupakan agama baru karena ”Yes” untuk pertanyaan (a) dan ”Yes” pula untuk pertanyaan (b). Jadi intinya harus diluruskan keimanannya. Benar kata Gus Dur, ajaran Ahmadiyya tidak sesat tapi salah…ya salah…jadi harus diluruskan! Otomatis organisasinya ya harus dilarang, khan organisasi yang salah. Gitu aja kok repot….

  1. Ada juga bebrapa golongan non-Muslim yang ikut campur urusan yang sebenarnya adalah internal sesama warga Muslim. Jadi buat agama lain, gue minta tolong kedewasaan dan toleransinya agar masalah Ahmadiyya, FPI dan banyak lagi masalah sosial lain yang terkait erat dengan Islam, biarlah diurus sepenuhnya oleh pihak-pihak yang berwenang dalam menyelesaikan masalah di lingkup Islam.

  1. Gue sebel sama masyarakat Indonesia (termasuk gue juga), yang hobi ’main bola’ dengan berita dan masalah. Pro-kontra aliran Ahmadiyya tiba-tiba hilang beritanya gara-gara naiknya harga BBM. Setelah itu ’bola’ dilempar lagi, dengan adanya kasus FPI maka BBM pun terlupakan. Lalu sekarang apalagi…oh iya, Piala Eropa 2008…goool..!!!…semua mata dan obrolan ’tukang sayur’ pasti nantinya terfokus pada hal ini.

  1. Gerakan-gerakan FPI sepertinya didasarkan pada lambatnya Pemerintah di dalam menangani berbagai macam kasus dan masalah sosial. Mungkin diskotik dan tempat-tempat hiburan malam terlalu dibebaskan padahal di negara maju sendiri ada batasan-batasan yang tegas mengatur untuk mencegah hancurnya generasi penerus mereka, dan juga mencegah penyalahgunaan tempat hiburan malam sebagai sarang premanisme, narkoba, perdagangan wanita, dan berbagai potensi kejahatan lainnya. Tapi Pemerintah tak kunjung juga mengaturnya.

  1. Seperti biasa, gerakan ”Bubarkan FPI” merupakan tanda bahwa masyarakat Islam sendiri phobia terhadap sesuatu yang berbau penegakan syariah Islam yang begitu kental. Padahal menurut gue, hal-hal baik yang dianjurkan oleh Islam juga baik menurut agama lain. Gue yakin itu sejuta persen. Coba saja…penganut Katolik, Protestan, Buddha, Hindu, dan Yahudi sekalipun tidak mau apabila umatnya ada yang menjalankan bisnis prostitusi…Islam pun demikian. Sekali lagi, gue menyesalkan adanya tindak anarkisme namun bukan berarti FPI harus dibubarkan.

  1. Masalah agama tidak akan pernah lepas dari masalah sosial, jika kasus pro-kontra Ahmadiyya dibiarkan berlarut-larut maka gejolak sosial yang menanti akan lebih besar. Niscaya Indonesia akan semakin jauh dari kemajuan dan kesejahteraan.

Sebagai umat Islam yang tinggal di Indonesia…masa sih setiap ada masalah harus selalu menerapkan ”…selemah-lemahnya iman adalah mencegah kemungkaran dengan hati” mode???

Indonesia seharusnya bisa menjadi negara maju jika saja Pemerintah maupun rakyatnya tidak terlalu disibukkan oleh konflik rumah tangga yang kian hari kian kronis. Indonesia Bisa…mmm…bisa nggak ya??? Pastinya harus bisa!!!

7 Comments

  1. gw setuju sama loe bos,,,, yang penting jangan sampai Islam terpecah belah dan di adu domba, karena saat ini banyak orang dirugikan oleh kehadiran Islam yang kuat dan bersatu. Maka marilah Umat Islam jangan terpengaruh oleh hasutan yang memungkinkan terjadinya perpecahan diantara umat, hendaklah kita dapat menyaring setiap isu yang ada dengan bijak dan penuh pertimbangan. Bersatulah Umat Muslim, Bersatulah Orang Indonesia

  2. wah…
    aku juga bikin post tentang om habib…
    tapi gag nyambung bgt sih…
    cuma buat becandaan…

    oiya, boleh gag aku minta tolong??
    tolong buatin link ke blogku di sini…
    jogjadawg.blogspot.com
    yah, kalo ntar ada informasi khan bisa saling ngebantu gituh…

    makasih yak sebelumnya…

  3. mayoritas mereka yang sangat sedikit mengenal Islam hanya memamerkan jargon amar ma’ruf, dibali itu mereka sangat alergi dengan nahi munkar…

    mengedepankan toleransi tapi tidak berkutik atas sikap tidak toleran kaum kuffar terhadap Islam…

    di tengah ketidakselarasan dunia ini justru seorang muslim harus mengedepankan nahi munkar tanpa mentolerir siapapun yang berbuat!!!

    selamat datang di komunitas muslim minoritas!!!

  4. dari tahun 1889 sehingga saat kini tiada satu maupun mana-mana organisasi , maupun mana-mana kerajaan dan maupun mana-mana kuasa politik pun tidak mampu menghalangi “JEMAAT AHMADIYYAH” ???????????????????????? kenapa ????????????????apakah Tuhan itu tidak BESERTA JEMAAT AHMADIYYAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s