Peperangan Hattin 1187

Pasukan Mamluk

Sebagai lelaki sejati tentunya testosterone di dalam tubuh selalu merangsang saya untuk menyukai berbagai hal yang bersifat maskulin, yakni cerita epic dan peperangan. Cerita perang yang paling saya suka adalah the Battle of Hattin.

Perang ini dipicu oleh seorang Baron atau raja kecil dari Kerak (sekarang wilayah Israel), Reynald du Chatillon. Para Baron lain tahu bahwa satu-satunya cara untuk menjaga keutuhan wilayah mereka adalah dengan menghormati tetangga muslim dan tidak melanggar berbagai perjanjian yang telah disepakati. Namun Reynald du Chatillon, dengan disemangati asas “Die to all Muslims” dan “It is not a crime to kill infidels” berkali-kali melanggar perjanjian, dari merampok caravan pedagang Muslim, membunuh orang-orang yang pergi haji, menjarah kapal milik muslim, hingga menyerang secara terbuka pelabuhan Mekkah dan Madinah.

Sultan Salahuddin Al-Ayoubi, yang penuh dengan damai, akhirnya tidak mau tinggal diam dan mengutus dua duta besarnya ke Kerak dan Jerusalem untuk menyampaikan pesan keberatan atas pelanggaran berbagai perjanjian damai . Tentunya Reynald du Chatillon tidak mengendahkan peringatan tersebut dan mengusir duta besar tersebut kembali ke Damaskus. Begitu pula di Jerusalem, Raja Guy du Lusignan malah mendukung perbuatan Reynald dari Kerak. Maka perang pun tidak terelakkan.

Pada Mei 1187 Masehi, Al-Malek, salah seorang anak dari Sultan Salahuddin, tanpa izin dari Sultan Salahuddin menyerang Galilee – Palestina dengan 7.000 unit pasukan kavaleri Mamluk. Usaha ini dihadang oleh para Knights Templars yang memang banyak berkedudukan di Galilee namun hanya tiga orang yang tersisa dari Knights Templars sedangkan yang lainnya tewas dikalahkan pasukan Al-Malek. Dipicu oleh aksi Al-Malek, akhirnya Sultan Salahuddin menabuh genderang peperangan dan mempersiapkan kurang lebih 20.000 pasukan menuju Jerusalem.

Pada Juli 1187, Sultan Salahuddin dan pasukannya telah mencapai Jordania dan langsung menduduki kota-kota dan benteng yang dilewati tanpa satu kesulitan pun. Murka akibat pendudukan ini, Guy du Lusignan mengerahkan seluruh pasukan Salib menuju Hattin. Disinilah terjadi perdebatan seru antara Guy dan Raymond of Tripoli, dimana Raymond sangat tidak setuju apabila peperangan dilakukan di Hattin yang tandus, kering kerontang dan sangat panas yang membuat mereka mati sia-sia. Sedangkan Guy, dengan semangat Perang Salib, memaksakan untuk meneruskan peperangan dan menghabisi Salahuddin di Hattin. Akhirnya Raymond dan pasukannya kembali ke Tripoli dan urung ikut peperangan. Walaupun jumlah pasukan Raymond tidak terlalu besar namun pendapat Raymond-lah yang nantinya benar.

Ternyata Sultan Salahuddin memang seorang yang jenius dalam melakukan strategi perang. Sultan dan pasukannya sengaja tidak menduduki bukit Hattin dan malah berkemah di lembah. Pada dasarnya, pasukan siapapun yang berada di ketinggian akan mempunyai keunggulan dalam pertempuran namun factor lain berbicara, di atas bukit Hattin tidak ada air sama sekali sedangkan di lembah kaya akan air dan tanaman.

Sebenarnya pertempuran berlangsung kurang seru karena Sultan dan pasukannya menang mudah disebabkan mereka yang miskin armor lebih leluasa bergerak sedangkan pasukan Salib bertempur menggunakan baju besi yang berat ditambah lagi dengan kehausan yang teramat sangat. Sebagian besar pasukan Salib yang berada di Timur Tengah pada waktu itu dapat dikalahkan di perang Hattin ini, dan semuanya diperlakukan secara terhormat dan baik-baik termasuk the Holy Cross, sebuah relic keramat milik pasukan Salib. Hanya satu orang yang tidak dihormati oleh Sultan Salahuddin, yakni Reynald du Chatillon, Sultan sendiri yang pada waktu itu langsung memenggal kepalanya. Itulah hukuman bagi orang yang suka melanggar janji!

Setelah peperangan Hattin ini, hampir seluruh wilayah pasukan Salib dikuasai oleh Sultan Salahuddin kecuali Acre dan Tyre. Namun pada masa inilah invasi bangsa Eropa secara besar-besaran ke Jerusalem dan sekitarnya berakhir.

14 Comments

  1. Wonderful..nice articles, bagus mas Piko…pernah nonton film Kingdom Of Heaven ? disana sedikit tergambar juga Sultan Salahudin Alayubi….hem kapan ya ada sultan salahudin Al Ayubi yang lainnya di masa sekarang sebagai pembela islam ?

  2. waaah, betul tuuu…kingdom of heaven..sejauh ini menurut gue siiiih, itu film perang kolosal terbaik deh..
    tp nggak tau lagi ni film2 skrg, udah lama nggak nonton..

    pik, The Battle of Hattin ini animasi?
    kalo bukan animasi, dvd-nya ada nggak?

  3. Poto itu gue ambil dari sebuah PC Game, namanya Total War. Di game ini, unit pasukannya memang disesuaikan dengan sejarah.

    Nah yang gue tampilkan itu adalah sebuah unit pasukan elit kebanggaan Sultan Salahuddin, yakni pasukan kavaleri Mamluk. Sebenarnya ada juga yang menggunakan unta.

    Mamluk atau disebut juga Mameluke asalnya merupakan budak-budak Eropa Timur (daerah Rusia, Rumania, Hungaria, dll) yang dijual oleh pedagang budak dari Kesultanan Turki ke Kesultanan Mesir. Namun dengan bergulirnya waktu, para budak tersebut pindah agama menjadi Muslim dan mengucapkan sumpah setia untuk membela agama Islam, makanya disebut juga White Muslim.

    Oleh Sultan Salahuddin kemudian para Mamluk ini dijadikan tentara berkuda pendamping Sultan. Bahkan mereka diberi hak berpolitik. Makanya orang Mesir khan kalo dilihat jaman sekarang banyak yang kayak bule Eropa, ya kemungkinan besar mereka itu keturunan Mamluk.

  4. Wuah… keren bgt tuh ceritanya. Saya sendiri juga paling suka dengan cerita perang salib. Cerita perang salib yang menginspirasikan saya untuk menyukai sejarah. Sekarang aja saya masuk ilmu Pendidikan Sejarah. Mungkin lain kali kita ngobroi2 masalah sejarah yuu…

  5. Bravo…

    BTW, saya skrg juga lagi main Medieval 2 Total War. I’m enjoyed being a general.

    But, Salahuddin sebelum mengalahkan Pasukan Salib, terlebih dulu ia mengalahkan kekuatan Islam yang tidak mau tunduk di bawah kekuasaannya.

    So, seorang Salahuddin terlebih dahulu menyatukan seluruh kekuasaan Islam, baru kemudian berperang melawan Pasukan Salib.

    Thanks atas info asal usul Pasukan Mamluk. Aku baru tau kalau mereka juga berasal dari Eropa.

  6. bang sekarang ada salahuddin gak lagi. soalnya lagi dibutuhkan tu digaza, pasukan mamluknya dah ada si tu lah si michael heart dengan lagunya we will not go down.. cukuplah membakar semangat anti israel gue.. “BOYCOTT ISRAEL DARI PERGAULAN DUNIA”

  7. Thank’s banget… saya kebetulan sangat suka sejarah islam dan emang Sultra Salahudin merupakan panglima perang yang cerdas. beliau mampu memaksa musuhnya untuk berperang pada waktu dan tempat yang dia tentukan.

  8. itu lah pahlawan besar islam…kita jarang menceritakan siapa beliau dan sifat2 mulia kepahlawannya..kita hanya sering diceritakan sahabat2 rasul dimasa islam bermula…namun kenapa jarang yang tahu siapa sultan salahudin..itu ironis….semoga generasi muda sekarang lebih mengenal sosok beliau..dan tugas kita untuk mengamalkan semua sifat2 mulianya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s